Wajahmu selalu terbayang
Di antara pagi dan malam yang pelan
Matamu yang menatap teduh
Seakan tahu semua rahasiaku
Hidungmu dan bibirmu
Berdiam di sudut pikiranku
Setiap detik
Setiap helaan
Namamu ikut berputar pelan
Andai saja ku diberi kesempatan
Mengecup bibirmu semalam penuh
Ku kan jaga setiap hela napasmu
Seolah waktu takut menyentuhmu
Jika aku terpilih di antara miliaran
Kan ku rayakan hadirnya dirimu
Ku kan berusaha mati-matian
Untuk tak pernah menyia-nyiakan (oh)
Kau lewat di tengah keramaian
Tapi dunia terasa menyempit
Suaramu lirih menyapa
Namun gaungnya tinggal di dada
Aku bukan siapa-siapa
Tapi untukmu aku siap apa saja
Biar jarak terus menguji
Aku tetap di sini
Menanti
Andai saja ku diberi kesempatan
Mengecup bibirmu semalam penuh
Ku kan jaga setiap hela napasmu
Seolah waktu takut menyentuhmu
Jika aku terpilih di antara miliaran
Kan ku rayakan hadirnya dirimu
Ku kan berusaha mati-matian
Untuk tak pernah menyia-nyiakan
Bila esok kau ragu
Lihat mataku
Percaya satu hal
Dari jutaan doa yang melayang
Namamu paling sering kupanggil (hey)
Andai saja ku diberi kesempatan
Mengecup bibirmu semalam penuh
Ku kan jaga setiap hela napasmu
Seolah waktu takut menyentuhmu
Jika aku terpilih di antara miliaran
Kan ku rayakan hadirnya dirimu
Ku kan berusaha mati-matian
Untuk tak pernah menyia-nyiakan
Tinggalkan Balasan